Tips Mencegah Bau Mulut di Pagi Hari

Mengatasi Bau Mulut
Mencegah Bau Mulut di Pagi Hari memang perlu dilakukan, hal ini terutama bagi yang sudah mempunyai pasangan. Karena jangan sampai maksud hati ingin mengucapkan selamat pagi pada pasangan sambil memberi ciuman mesra, tertunda atau batal karena bau mulut.

Aktifitas menggosok gigi sebelum tidur ternyata tidak mampu menghilangkan bau mulut sulit di pagi hari.  Sehingga pada kesempatan ini, Tips Kesehatan Keluarga Bunga akan memberikan Tips Mencegah Bau Mulut di Pagi Hari, yang diantaranya adalah:

Meskipun Anda merasa telah menggosok setiap bagian gigi dengan teliti, namun ternyata bisa saja masih ada sisa makanan yang tertinggal dan hal ini akan memicu kuman dan bakteri untuk berkembang biak. Bakteri yang memakan partikel sisa makanan di dalam mulut, akan mengeluarkan komponen sulfur melalui respirasi anaerobik. Sehingga bagi anda yang ingin menghilangkan napas di pagi hari, selalu sikat gigi sebelum tidur, membersihkan bagian lidah dan diakhiri dengan menggunakan obat kumur nonalkohol.

Hindari bernapas menggunakan mulut, hal ini ini dikarenakan air liur akan menjadi kering. Air liur ini berfungsi untuk membunuh bakteri dan membersihkan partikel makanan. Apabila produksi saliva berkurang atau mengering karena bernafas menggunakan mulut, maka bakteri akan lebih mudah berkembang. Untuk mencegah tidur mendengkur atau bernapas melalui mulut saat tidur, maka ubahlah posisi tidur. Hidung tersumbat akibat flu juga bisa menyebabkan kita mengambil napas lewat mulut, untuk itu segera atasi gejala flu menggunakan obat dekongestan.

Mencegah mulut kering dengan memperbanyak konsumsi banyak air dan menggunakan obat kumur nonalkohol sebelum tidur karena dapat membuat produksi saliva semakin sedikit.

Mencegah Bau Mulut di Pagi Hari juga bisa dilakukan dengan mengurangi konsumsi makanan yang asam pada malam hari. Hal ini dikarenakan selain menyukai mulut yang kering, bakteri juga lebih senang hidup di lingkungan yang asam untuk makan dan berkembang biak. Mengurangi keasaman mulut juga bisa dilakukan dengan menggunakan produk perawatan gigi dan mulut yang mengandung baking soda.

Mengkonsumsi Makanan renyah seperti buah apel dan juga sayuran, untuk meningkatkan produksi saliva atau air liur. Jenis makanan ini merangsang aliran saliva dan secara mekanis membersihkan mulut dan noda di permukaan gigi.

Ringkasan:
  • Menggosok gigi sebelum tidur tidak selalu bisa mengurangi bau mulut di pagi hari,
  • Bau mulut disebabkan karena komponen sulfur yang dikeluarkan bakteri saat mencerna sisa-sisa makanan di mulut,
  • Mencegah Bau Mulut di Pagi Hari bisa dilakukan dengan menggosok gigi sebelum tidur dengan bersih mengkonsumi buah dan sayuran saat malam hari.

Cara Tepat Mencukur Bulu K*maluan

Memotong Bulu K*maluan
Mencukur Bulu K*maluan memang lebih banyak di lakukan oleh para wanita. Hal ini selain dianggap menggangu aktivitas, Bulu K*maluan yang terlalu panjang juga akan mengganggu penampilan. Memotong Bulu K*maluan termasuk aktifitas sepele, namun sangat penting untuk diketahui  tatacaranya agar tidak menyebabkan gangguan kesehatan yang serius.

Cara Tepat Mencukur Bulu K*maluan wanita yang baik dan benar harus diikuti dengan langkah-langkah yang benar. Dan tentu Memotong bulu K*maluan tidak boleh dilakukan dengan cara yang sembarangan. Pada artikel ini Tips Kesehatan Keluarga Bunda akan membagikan Tips Mencukur Bulu K*maluan yang diantaranya adalah,

Memilih alat pencukur yang bersih dan tajam. Menurut Dr. Heidi Waldrof, dari Mount Sinai Hopital di New York, bahwa alat pencukur yang tumpul akan membuat kulit menjadi lecet, meninggalkan bekas, dan juga bisa menyebarkan bakteri pemicu penyakit. Adapun jenis pencukur bulu K*maluan yang disarankan adalah yang memiliki dua mata pisau dengan dan mampu bergerak fleksibel.

Waktu Mencukur Bulu K*maluan yang disarankan adalah setelah mandi. Karena pada waktu ini kulit dan rambut dalam masa paling lembut. Dr. Ava Shamban dari UCLA juga menyarankan agar sebelum mencukur sebaiknya dibasuh terlebih dahulu menggunakan air hangat, agar kantung rambut terbuka sehingga lebih muda dicukur.

Mencukur bulu dengan menggunakan kondisioner, untuk mencegah iritasi kulit dan rambut yang terjebak dalam kulit. Atau juga bisa menggunakan sabun mandi selama 20 detik. Lalu, bilas dan gunakan konditioner rambut biasa untuk melembutkan rambut di area vagina. Hal ini bertujuan untuk memudahkan proses cukur agar tidak kesat.

Apabila bulu terlalu panjang, sebaiknya anda gunting terlebih dahulu, agar memudahkan proses cukur. Dan agar hasil mencukur lebih halus, cobalah untuk mencukur melawan arah pertumbuhan bulu K*maluan. Namun, apabila rambut Anda sensitif, maka arah mencukur sesuai arah pertumbuhan rambut.

Setelah  selesai mencukur, Anda bisa mengaplikasikan losion pelembab yang bebas pewangi. gunakan juga pakaian yang longgar untuk menghindari iritasi, dan apabila terjadi iritasi sebaiknya Bunda menggunakan krim hydrocortisone  satu persen untuk melembutkan kulit.

Ringkasan:
  • Mencukur Bulu K*maluan harus dilakukan dengan cara dan alat yang benar agar tidak memicu gangguan kesehatan,
  • Memotong Bulu K*maluan akan lebih mudah dilakukan pada waktu setelah mandi dan sebelumnya telah di basuh menggunakan air hangat,
  • Alat untuk Merapikan bulu K*maluan harus tajam dan sebaiknya memiliki dua mata pisau.

Bahaya Terlalu Sering Mencukur Bulu K*maluan

Mencukur bulu K*maluan
Mencukur bulu K*maluan ternyata bisa meningkatkan peluang penularan infeksi menular s*ksual (IMS). Hal ini dibuktikan dari sebuah penelitian yang dilakukan di University of California di San Francisco. Para Peneliti melakukan survei pada hampir 14.000 pria dan wanita tentang seberapa sering mereka mencukur habis bulu k*maluan.

Hasil dari survai didapatkan 80% dari mereka yang sering mencukur bulu k*maluan, lebih mungkin tertular infeksi menular s*ksual seperti sifilis, herpes genital, HIV, gonore, klamidia, dan kutu publik, daripada mereka yang tidak memotong bulu k*maluannya.

Mereka yang mencukur bulu K*maluan setiap hari hingga seminggu sekali, dilaporkan sebagai kelompok yang paling rentan terkena infeksi s*ksual hingga tiga kali lipat lebih tinggi dibanding mereka yang jarang mencukur bulu k*maluan.

Peneliti menemukan, mereka yang mencukur habis bulu k*maluannya atau sebanyak 11 kali dalam setahun, memiliki risiko 4 kali lipat memiliki penyakit menular s*ksual. Peneliti juga menduga, mereka yang sering mencukur bulu k*maluan, adalah yang paling sering melakukan aktivitas s*ksual. Hal ini yang juga memungkinkan mereka menjadi lebih mudah terserang IMS.

Mencukur bulu K*maluan mungkin memicu luka terbuka kecil yang tidak disadari. Dan sari luka inilah bakteri dan virus masuk ke dalam tubuh, sehingga lebih mudah terserang IMS. Debby Herbenick, Ph.D., mengatakan bahwa teori luka kecil, memang masuk akal. Namun, mungkin hanya terkait dengan beberapa jenis infeksi. Hal ini dikarenakan tidak semua jenis infeksi ditularkan secara s*ksual.

Untuk mengurangi risiko penularan IMS, bagi Anda yang sering mencukur bulu k*maluan atau tidak, penggunaan kondom sangat disarankan. Untuk pencegahan agar IMS tidak semakin berbahaya, lakukan pengujian IMS setidaknya sekali dalam satu tahun dokter atau rumah sakit. Pastikan anda mendapatkan tes panel penuh, bukan hanya tes untuk satu atau dua jenis infeksi yang paling umum.

Ringkasan:

  • Penularan infeksi menular s*ksual (IMS) bisa juga disebabkan karena terlalu sering mencukur bulu k*maluan,
  • Mencukur bulu k*emaluan normalnya hanya dilakukan sesekali tidak seminggu sekali atau bahkan setiap hari,
  • Untuk mencegah IMS tidak berkembang menjadi penyakit yang lebih berbahaya, sebaiknya melakukan pengujian IMS minimal satu kali setahun.

Cara Mencegah Kanker Serviks dengan HPV-DNA

HPV-DNA
Mencegah Kanker Serviks bisa dilakukan dengan banyak hal, dan salah satunya adalah dengan cara HPV-DNA. Human Papilloma Virus (HPV) adalah salah satu penyebab terbesar wanita mengalami kanker serviks, yaitu sebesar 99,7% kasus. Dan yang disayangkan adalah infeksi HPV tidak menimbulkan gejala di awal dan akan diketahui setelah kanker menyebar luas, sehingga memicu angka kematian yang tinggi di Indonesia.

Human Papilloma Virus (HPV) merupakan virus yang bisa menjadi penyebab kutil di berbagai bagian tubu, bahkan alat kelamin. Tipe HPV yang menyebabkan kutil di bagian kaki dan tangan berbeda tipe dengan HPV yang menyerang alat kelamin. Namun dari sekitar 120 tipe HPV, 40 tipe diantaranya merupakan HPV yang menyerang alat kelamin. Dan dua per tiga dari 40 tipe tersebut dikategorikan sebagai HPV penyebab kanker serviks.

Wanita yang berisiko lebih tinggi terkena kanker serviks adalah berusia > 30 tahun, memiliki gangguan kekebalan tubuh (HIV atau lupus), berhubungan s*ksual di usia < 20 tahun, bergonta-ganti pasangan s*ksual dan terkena paparan rokok. Dan proses infeksi HPV menjadi kanker serviks hanya membutuhkan waktu sekitar 10-20 tahun.

Pemeriksaan dini HPV-DNA dilakukan untuk mengurangi resiko terburuk dari kanker serviks yang memang pada paparan awal tidak menunjukan gejala awal kanker serviks itu sendiri. Metode pemeriksaan molekuler menggunakan metoda hybrid capture II yang telah mendapatkan persetujuan Food and Drug Administration (FDA) untuk mendeteksi adanya DNA Human Papilloma Virus (HPV) tipe risiko tinggi pada bahan pemeriksaan yang diambil dari serviks.

Dengan HPV-DNA 13 jenis HPV risiko tinggi bisa dideteksi dan bisa dilakukan dengan Pap Smear sebagai pemeriksaan primer kanker serviks terutama bagi wanita di atas usia 30 tahun. Pemeriksaan HPV-DNA juga dianjurkan apabila hasil pemeriksaan Pap Smear membingungkan atau kurang menyakinkan.

Sampai saat ini hanya ada vaksinasi untuk 2 tipe HPV, sehingga infeksi HPV risiko tinggi masih sangat mungkin terjadi. Skrining atau pemeriksaan dini seperti Pap Smear dan HPV-DNA sangat penting dilakukan bahkan bagi anda yang telah melakukan vaksinasi. Dengan melakukan pemeriksaan dini, maka semakin tinggi pula kanker serviks bisa disembuhkan.

Ringkasan:
  • Mencegah Kanker Serviks dilakukan dengan pola hidup dan s*ksual yang sehat,
  • HPV-DNA dan Pap Smear dilakukan untuk mendeteksi dini gejala Kanker Serviks yang telah banyak mematikan wanita di seluruh dunia,
  • Dengan pemeriksaan dini, diharapkan Kanker Serviks bisa lebih mudah disembuhkan secara tuntas.

Tips Perawatan Payudara bagi Ibu Menyusui

Merawat Payudara Ibu Menyusui
Perawatan Payudara bagi Ibu Menyusui perlu dilakukan dengan tujuan bisa membantu melancarkan produksi ASI. Hal ini berpengaruh pada proses pemberian ASI, sehingga pemberian ASI menjadi lebih mudah dan aman bagi ibu maupun buah hati. Namun memang Bagaimana cara merawat payudara bagi Ibu menyusui? Masing sering menjadi pertanyaan terutama bagi ibu muda atau yang baru pertama kali mempunyai momongan. Bahkan ibu yang sudah mempunyai lebih dari 2 pun masih tidak meperhatikan perawatan payudara saat menyusui.

Puting susu merupakan salah satu bagian dari payudara yang sangat penting saat menyusui. Untuk itu Ibu Menyusui harus rajin merawatnya agar selalu bersih sehingga memberikan kenyamanan bagi buah hati. Pada dasarnya Tidak sulit merawat payudara bagi ibu menyusui, karena pada kesempatan ini Tips Kesehatan Keluarga Bunda akan memberikan cara merawat payudara bagi Ibu Menyusui, yang diantaranya adalah:
  • Memilih bra yang bisa menyerap keringat, tidak terlalu sempit dan bisa menyangga payudara dengan baik. Bunda sebaiknya juga memilih bra khusus bagi ibu menyusui. Hal ini berguna untuk mempermudah Bunda dalam memberikan ASI kepada Buah Hati.
  • Membersihkan puting Bunda dengan menggunakan air hangat setiap selesai mandi. Pastikan Putting susu tidak terkena sabun mandi, karena bisa membuat kering dan menyebabkan lapisan puting terkelupas dan akhirnya menimbulkan rasa nyeri pada saat menyusui.
  • Apabila Bunda memiliki jenis puting yang melesak ke dalam, cobalah untuk menggunakan alat penarik puting (nipple corecctor). Namun, alat ini tidak bisa membuat puting menonjol dalam waktu cepat. Perlu waktu yang cukup lama, jadi Bunda harus sabar melakukannnya.
  • Lakukan latihan gerakan otot pada badan yang bisa berfungsi sebagai penopang payudara, hal ini bisa juga menunjang produksi ASI dan bisa mempertahankan bentuk payudara setelah masa Ibu menyusui.
  • Pijat  puting susu dan sekitarnya dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk. Pemijatan puting susu  ini akan lebih baik menggunakan minyak kelapa atau minyak zaitun, agar kulit mati pada puting bisa terkelupas, dan selalu menjaganya agar tetap lembab.
  • Setelah selesai menyusui ambil beberapa tetes ASI kemudian oleskan disekitar puting, lalu biarkan hingga kering sebelum payudara ditutup dengan bra, sebagai efek penyembuhan atau mencegah luka.
  • Apabila puting mengalami lecet atau nyeri akibat cara bayi mengisap ASI salah, coba untuk mengganti posisi menyusui menggunakan puting satunya yang tidak sakit.
  • Memberikan ASI sebaiknya sebelum dia sangat lapar sehingga  tidak mengisapnya terlalu kuat yang bisa memicu nyeri atau lecet.
Perawatan Payudara bagi Ibu Menyusui sama dengan memelihara kualitas ASI yang Bunda berikan pada buah hati agar tetap baik. Bunda juga harus menerapkan pola makan dan pola tidur sehat dan teratur. Bunda Menyusui sebaiknya juga harus minum air putih minimal 8 gelas per hari.

Ringkasan:
  • Merawat payudara saat memberikan ASI pada Buah hti akan membuat aktivitas menyusui lebih nyaman dan tanpa rasa sakit.
  • Perawatan payudara akan membuat Anda merasa nyaman saat menyusui baik itu pada Bunda maupun Buah Hati.
  • Payudara yang sehat dan terawat baik, akan meperlancar produksi ASI, sehingga proses menyusui lebih nyaman.

Sistem Imun Melemah karena Kurang Tidur

Tips Kesehatan
Sistem Imun Melemah tentu tidak baik, karena akan menyebabkan anda mudah sakit atau terserang virus. Hal ini juga termasuk ketika anda, mencoba melakukan semuanya atau bekerja keras sehingga jam tidur berkurang.

Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar efek kurang tidur terhadap perubahan sistem imun. Penelitian yang melibatkan 11 pasang orang dewasa kembar, mayoritas wanita. Masing-masing pasangan kembar memiliki rutinitas tidur yang berbeda.

Salah satu kembar yang sering kurang tidur ternyata memiliki daya tahan tubuh lebih lemah. Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa seseorang yang kurang tidur akan lebih mudah tertular virus flu. Hal ini dikarenakan, tidur sama pentingnya dengan pola makan dan olahraga untuk tetap menjaga kesehatan.

Pola Tidur yang tepat sangat penting untuk meregenerasi dan produksi protein untuk sel-sel imun. Hal ini akan membantu sistem imun berfungsi lebih makasimal. Meski para ahli merekomendasikan tidur ideal adalah setiap malam, tapi rata-rata orang tidur kurang dari 6 jam di malam hari. Hal inilah yang mungkin membuat anda lebih mudah sakit.

Selain melemahkan sistem imun tidur kurang dari 6 jam di malam hari akan menyebabkan anda lebih banyak makan sehingga memicu obesitas, memperpendek usia, membuat otak mengkerut, meningkatkan tekanan darah, membuat ingatan memburuk, malas berolahraga, mudah marah, performa pekerjaan tidak maksimal.

Ringkasan:
  • Melemahnya sistem imun akan membuat seseorang menjadi mudah sakit,
  • Kurang Tidur saat ini lebih banyak disebabkan karena ambisi seseorang untuk melakukan pekerjaan sekaligus,
  • Kurang tidur pada malam hari juga memicu obesitas, darah tinggi, memperpendek usia, mudah marah dan performa menurun.

Risiko Penyakit akibat S*ks Bebas Saat Remaja

Bahaya S*ks Bebas Saat Remaja
Pengetahuan mengenai Kesehatan Reaproduksi tentu perlu diketahui sejak dini. Pengetahuan yang tidak tepat mengenai kesehatan reproduksi dan kesulitan menyesuaikan diri di masa remaja akan membuat remaja rentan melakukan s*ks pranikah. Hal ini tentu akan sangat merugikan bagi diri sendiri maupun orang tua. Adapun perilaku tersebut beresiko, mulai dari masalah fisik hingga mental.

Ferdhy Suryadi Suwandinata selaku Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari RS Siloam Kebon Jeruk Jakarta, menjelaskan, s*ks bebas mengundang risiko infeksi menular s*ksual, seperti HIV (human immunodeficiency virus) dan HPV (human papilloma virus). HPV bisa menyebabkan kutil kelamin hingga kanker. Resiko ini akan jauh lebih besar, terutama apabila anda sering bergonta-ganti pasangan.

Risiko s*ks bebas pada remaja akan berlanjut apabila terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Hal ini dikarenakan, secara fisik, organ reproduksi wanita berusia di bawah 20 tahun belum siap untuk mengandung. Selain itu dari segi hormonal belum matang, lalu secara psikis juga belum siap.

Kondisi tersebut diatas akan menyebabkan, remaja yang hamil berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, hingga meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. Secara psikologis, kehamilan yang tidak diinginkan juga akan membuat calon ibu tidak peduli dengan kehamilannya. Ibu yang stres, bahkan depresi, akan sangat mengganggu pertumbuhan janin di dalam kandungan. Asupan nutrisi yang dibutuhkan bayi juga menjadi tidak seimbang.

Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja akhirnya rentan terjadinya aborsi yang tidak aman. Pilihan tersebut akan berakibat fatal, mulai dari pendarahan, infeksi, hingga kematian ibu. Pendidikan s*ks sejak dini, termasuk bagaimana menjaga kesehatan reproduksi sangat penting diberikan. Anda sebagai Orangtua juga seharusnya bisa mendampingi anak-anaknya melalui masa remaja, sehingga mereka tidak mudah mengikuti pengaruh negatif dari lingkungan.

Ringkasan:
  • Pengetahuan Kesehatan Reaproduksi pada remaja yang tidak tepat akan meningkatkan resiko s*ks pranikah,
  • Pelaku s*ks pranikah terutama pada remaja lebih berisiko terjangkit HIV dan HPV,
  • Kehamilan pada remaja berisiko terhadap kondisi kesehatan janin, ibu dan saat persalinan.

Nyeri Menstruasi yang Tidak Normal Endometriosis

Nyeri Menstruasi
Nyeri Menstruasi pada masing masing wanita akan dirasakan berbeda-beda, ada yang ringan, ada yang sampai sangat tersiksa saat siklus menstruasi datang, namun ada juga yang tidak pernah merasakan nyeri Haid ini. Kondisi ini tentu disebabkan oleh banyak faktor dan bisanya rasa nyeri akan berkurang setelah seorang wanita pernah melahirkan.

Siklus Menstruasi merupakan proses luruhnya endometrium, lapisan dinding rahim. Hal ini dikarenakan setiap bulan, rahim dipersiapkan untuk kehamilan dengan menebalnya dinding rahim yang penuh suplai darah bagi pertumbuhan janin. Dan apabila kehamilan tidak terjadi, maka tubuh akan mengalami menstruasi. Pada saat itu pembuluh darah terbuka, dan darah pada lapisan rahim luruh. Otot-otot rahim wanita akan berkontraksi untuk mengeluarkan darah dan jaringan.

Saat terjadi kontraksi ringan, seorang wanita akan mengalami sensasi kram perut bagian bawah karena darah akan dikeluarkan melalui rahim dan serviks sebelum melewati organ reproduksi terluar wanita. Kontraksi ini dipicu oleh hormon prostaglandin yang tinggi sehingga membuat nyeri kram akan semakin terasa.

Nyeri Menstruasi yang biasanya lebih kuat pada hari pertama dan kedua masa menstruasi, lalu akan semakin berkurang sampai hari kelima. Adapun Nyeri Menstruasi yang atau dysmenorrhea dibagi menjadi primer dan sekunder. Pada jenis dysmenorrohea primer disebabkan oleh flutuasi hormonal dan seiring usia akan semakin membaik. Selain itu Obat-obatan pereda nyeri golongan parasetamol atau ibuprofen akan efektif untuk mengatasi nyeri tersebut.

Nyeri Menstruasi sekunder merupakan nyeri haid yang disebabkan oleh kelainan pada sistem reproduksi. Pada kasus ini nyeri haid akan semakin memburuk seiring bertambah usia skala. Adapun penyebab tersering Nyeri Menstruasi sekunder adalah karena endometriosis.

Endometriosis merupakan pertumbuhan jaringan yang mirip dengan dinding rahim (endometrium) di luar rahim. Pertumbuhan ini bisa terjadi di rahim, perut, atau area di luar rahim, misalnya paru. Nyeri karena endometriosis biasanya sudah dirasakan beberapa hari sebelum haid dan berlangsung lebih lama dari siklus menstruasi yang dialami. Rasa sakitnya terkadang tidak tertahankan sehingga mengganggu aktivitas harian. Selain memicu rasa sakit, kondisi ini juga menjadi penyebab wanita sulit hamil.

Dan untuk mengatasi Nyeri Menstruasi sekunder karena  Endometriosis biasanya adalah pemberian obat kontrasepsi hormonal. Pada sebagian orang obat tersebut efektif mengurangi nyeri haid, dan mengembalikan kesuburan wanita.

Ringkasan:
  • Nyeri Menstruasi bisa dirasakan berat, ringan, atau bahkan beberapa wanita hampir tidak merasakan nyeri haid,
  • Nyeri Menstruasi dibagi menjadi primer dan sekunder yang pada sekunder bisa menyebabkan gangguan kesuburan wanita,
  • Nyeri Menstruasi Primer biasanya akan berkurang seiring bertambahnya usia.

Cara Tidur yang Benar agar Sperma Tetap Sehat

Cara tidur seorang pria ternyata juga berpengaruh terhadap kualitas sperma, dan yang paling penting adalah durasi dari tidur seorang pria. Supaya kondisi sperma teteap berkualitas, anda disarankan untuk tidur 7-8 jam, tidak kurang dari 6 jam dan tidak lebih dari 9 jam pada malam hari.

Hal ini diketahui dari penelitian yang menganalisis gaya hidup lebih dari 700 pasangan selama satu tahun. Para ahli menemukan bahwa pria yang tidur kurang dari 6 jam di malam hari memiliki kemungkinan 31% lebih rendah bisa membuahi istrinya dibandingkan seorang pria yang tidur 7-8 jam.

Sedangkankan pria yang tidur lebih dari 9 jam pada malam hari berakibat lebih buruk karena hanya mempunyai kemungkinan berhasil membuahi sel telur 49 persen lebih rendah dibandingkan seorang pria yang tidur 7-8 jam.

Penelitian tersebut menggunakan kehamilan sebagai indikator kesuburan pria, bukan data perhitungan sperma atau kemampuan sperma berenang untuk membuahi sel telur. Sehingga, memang ada keterbatasan apakah durasi tidur berpengaruh langsung terhadap kualitas sel sperma.

Namun memang, kurang tidur bisa mengurangi hormon testosteron yang sangat penting terhadap produksi sperma. Pria yang kurang tidur di malam hari umumnya mempunyai gaya hidup yang buruk, seperti merokok, minum alkohol, ataupun obesitas. Kondisi tersebut akan mempengaruhi kondisi sperma yang dihasilkan.

Apabila anda termasuk orang yang tidurnya tidak teratur atau selalu kurang dari yang direkomendasikan dan anda sedang melakukan program untuk mempunyai momongan, ubahlah pola tidur tersebut paling tidak selama 3 bulan agar kualitas sperma anda kembali berkualitas. Perlu anda ketahui bahwa, Sel sperma matang dalam 72 hari sehingga dibutuhkan waktu lebih kurang 2 bulan untuk meningkatkan kesuburan sebelum melakukan program kehamilan bersama istri anda.

Ringkasan:
  • Cara tidur pria terutama polanya mempengaruhi kualitas sperma sehingga mampu membuahi sel telur,
  • Waktu ideal agar sperma berkualitas adalah 7-8 jam di malam hari,
  • Kurang tidur atau berlebihan dimungkinkan bisa mempengaruhi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.
Support : Profil Saya |
Copyright © 2013 - 2017. Tips Kesehatan Untuk Keluarga - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger