Tips Perawatan Payudara bagi Ibu Menyusui

Merawat Payudara Ibu Menyusui
Perawatan Payudara bagi Ibu Menyusui perlu dilakukan dengan tujuan bisa membantu melancarkan produksi ASI. Hal ini berpengaruh pada proses pemberian ASI, sehingga pemberian ASI menjadi lebih mudah dan aman bagi ibu maupun buah hati. Namun memang Bagaimana cara merawat payudara bagi Ibu menyusui? Masing sering menjadi pertanyaan terutama bagi ibu muda atau yang baru pertama kali mempunyai momongan. Bahkan ibu yang sudah mempunyai lebih dari 2 pun masih tidak meperhatikan perawatan payudara saat menyusui.

Puting susu merupakan salah satu bagian dari payudara yang sangat penting saat menyusui. Untuk itu Ibu Menyusui harus rajin merawatnya agar selalu bersih sehingga memberikan kenyamanan bagi buah hati. Pada dasarnya Tidak sulit merawat payudara bagi ibu menyusui, karena pada kesempatan ini Tips Kesehatan Keluarga Bunda akan memberikan cara merawat payudara bagi Ibu Menyusui, yang diantaranya adalah:
  • Memilih bra yang bisa menyerap keringat, tidak terlalu sempit dan bisa menyangga payudara dengan baik. Bunda sebaiknya juga memilih bra khusus bagi ibu menyusui. Hal ini berguna untuk mempermudah Bunda dalam memberikan ASI kepada Buah Hati.
  • Membersihkan puting Bunda dengan menggunakan air hangat setiap selesai mandi. Pastikan Putting susu tidak terkena sabun mandi, karena bisa membuat kering dan menyebabkan lapisan puting terkelupas dan akhirnya menimbulkan rasa nyeri pada saat menyusui.
  • Apabila Bunda memiliki jenis puting yang melesak ke dalam, cobalah untuk menggunakan alat penarik puting (nipple corecctor). Namun, alat ini tidak bisa membuat puting menonjol dalam waktu cepat. Perlu waktu yang cukup lama, jadi Bunda harus sabar melakukannnya.
  • Lakukan latihan gerakan otot pada badan yang bisa berfungsi sebagai penopang payudara, hal ini bisa juga menunjang produksi ASI dan bisa mempertahankan bentuk payudara setelah masa Ibu menyusui.
  • Pijat  puting susu dan sekitarnya dengan menggunakan ibu jari dan telunjuk. Pemijatan puting susu  ini akan lebih baik menggunakan minyak kelapa atau minyak zaitun, agar kulit mati pada puting bisa terkelupas, dan selalu menjaganya agar tetap lembab.
  • Setelah selesai menyusui ambil beberapa tetes ASI kemudian oleskan disekitar puting, lalu biarkan hingga kering sebelum payudara ditutup dengan bra, sebagai efek penyembuhan atau mencegah luka.
  • Apabila puting mengalami lecet atau nyeri akibat cara bayi mengisap ASI salah, coba untuk mengganti posisi menyusui menggunakan puting satunya yang tidak sakit.
  • Memberikan ASI sebaiknya sebelum dia sangat lapar sehingga  tidak mengisapnya terlalu kuat yang bisa memicu nyeri atau lecet.
Perawatan Payudara bagi Ibu Menyusui sama dengan memelihara kualitas ASI yang Bunda berikan pada buah hati agar tetap baik. Bunda juga harus menerapkan pola makan dan pola tidur sehat dan teratur. Bunda Menyusui sebaiknya juga harus minum air putih minimal 8 gelas per hari.

Ringkasan:
  • Merawat payudara saat memberikan ASI pada Buah hti akan membuat aktivitas menyusui lebih nyaman dan tanpa rasa sakit.
  • Perawatan payudara akan membuat Anda merasa nyaman saat menyusui baik itu pada Bunda maupun Buah Hati.
  • Payudara yang sehat dan terawat baik, akan meperlancar produksi ASI, sehingga proses menyusui lebih nyaman.

Sistem Imun Melemah karena Kurang Tidur

Tips Kesehatan
Sistem Imun Melemah tentu tidak baik, karena akan menyebabkan anda mudah sakit atau terserang virus. Hal ini juga termasuk ketika anda, mencoba melakukan semuanya atau bekerja keras sehingga jam tidur berkurang.

Sebuah penelitian dilakukan untuk mengetahui seberapa besar efek kurang tidur terhadap perubahan sistem imun. Penelitian yang melibatkan 11 pasang orang dewasa kembar, mayoritas wanita. Masing-masing pasangan kembar memiliki rutinitas tidur yang berbeda.

Salah satu kembar yang sering kurang tidur ternyata memiliki daya tahan tubuh lebih lemah. Penelitian sebelumnya juga menemukan bahwa seseorang yang kurang tidur akan lebih mudah tertular virus flu. Hal ini dikarenakan, tidur sama pentingnya dengan pola makan dan olahraga untuk tetap menjaga kesehatan.

Pola Tidur yang tepat sangat penting untuk meregenerasi dan produksi protein untuk sel-sel imun. Hal ini akan membantu sistem imun berfungsi lebih makasimal. Meski para ahli merekomendasikan tidur ideal adalah setiap malam, tapi rata-rata orang tidur kurang dari 6 jam di malam hari. Hal inilah yang mungkin membuat anda lebih mudah sakit.

Selain melemahkan sistem imun tidur kurang dari 6 jam di malam hari akan menyebabkan anda lebih banyak makan sehingga memicu obesitas, memperpendek usia, membuat otak mengkerut, meningkatkan tekanan darah, membuat ingatan memburuk, malas berolahraga, mudah marah, performa pekerjaan tidak maksimal.

Ringkasan:
  • Melemahnya sistem imun akan membuat seseorang menjadi mudah sakit,
  • Kurang Tidur saat ini lebih banyak disebabkan karena ambisi seseorang untuk melakukan pekerjaan sekaligus,
  • Kurang tidur pada malam hari juga memicu obesitas, darah tinggi, memperpendek usia, mudah marah dan performa menurun.

Risiko Penyakit akibat S*ks Bebas Saat Remaja

Bahaya S*ks Bebas Saat Remaja
Pengetahuan mengenai Kesehatan Reaproduksi tentu perlu diketahui sejak dini. Pengetahuan yang tidak tepat mengenai kesehatan reproduksi dan kesulitan menyesuaikan diri di masa remaja akan membuat remaja rentan melakukan s*ks pranikah. Hal ini tentu akan sangat merugikan bagi diri sendiri maupun orang tua. Adapun perilaku tersebut beresiko, mulai dari masalah fisik hingga mental.

Ferdhy Suryadi Suwandinata selaku Dokter spesialis obstetri dan ginekologi dari RS Siloam Kebon Jeruk Jakarta, menjelaskan, s*ks bebas mengundang risiko infeksi menular s*ksual, seperti HIV (human immunodeficiency virus) dan HPV (human papilloma virus). HPV bisa menyebabkan kutil kelamin hingga kanker. Resiko ini akan jauh lebih besar, terutama apabila anda sering bergonta-ganti pasangan.

Risiko s*ks bebas pada remaja akan berlanjut apabila terjadi kehamilan yang tidak diinginkan. Hal ini dikarenakan, secara fisik, organ reproduksi wanita berusia di bawah 20 tahun belum siap untuk mengandung. Selain itu dari segi hormonal belum matang, lalu secara psikis juga belum siap.

Kondisi tersebut diatas akan menyebabkan, remaja yang hamil berisiko melahirkan bayi dengan berat lahir rendah, hingga meningkatkan risiko kematian ibu dan bayi. Secara psikologis, kehamilan yang tidak diinginkan juga akan membuat calon ibu tidak peduli dengan kehamilannya. Ibu yang stres, bahkan depresi, akan sangat mengganggu pertumbuhan janin di dalam kandungan. Asupan nutrisi yang dibutuhkan bayi juga menjadi tidak seimbang.

Kehamilan yang tidak diinginkan pada remaja akhirnya rentan terjadinya aborsi yang tidak aman. Pilihan tersebut akan berakibat fatal, mulai dari pendarahan, infeksi, hingga kematian ibu. Pendidikan s*ks sejak dini, termasuk bagaimana menjaga kesehatan reproduksi sangat penting diberikan. Anda sebagai Orangtua juga seharusnya bisa mendampingi anak-anaknya melalui masa remaja, sehingga mereka tidak mudah mengikuti pengaruh negatif dari lingkungan.

Ringkasan:
  • Pengetahuan Kesehatan Reaproduksi pada remaja yang tidak tepat akan meningkatkan resiko s*ks pranikah,
  • Pelaku s*ks pranikah terutama pada remaja lebih berisiko terjangkit HIV dan HPV,
  • Kehamilan pada remaja berisiko terhadap kondisi kesehatan janin, ibu dan saat persalinan.

Nyeri Menstruasi yang Tidak Normal Endometriosis

Nyeri Menstruasi
Nyeri Menstruasi pada masing masing wanita akan dirasakan berbeda-beda, ada yang ringan, ada yang sampai sangat tersiksa saat siklus menstruasi datang, namun ada juga yang tidak pernah merasakan nyeri Haid ini. Kondisi ini tentu disebabkan oleh banyak faktor dan bisanya rasa nyeri akan berkurang setelah seorang wanita pernah melahirkan.

Siklus Menstruasi merupakan proses luruhnya endometrium, lapisan dinding rahim. Hal ini dikarenakan setiap bulan, rahim dipersiapkan untuk kehamilan dengan menebalnya dinding rahim yang penuh suplai darah bagi pertumbuhan janin. Dan apabila kehamilan tidak terjadi, maka tubuh akan mengalami menstruasi. Pada saat itu pembuluh darah terbuka, dan darah pada lapisan rahim luruh. Otot-otot rahim wanita akan berkontraksi untuk mengeluarkan darah dan jaringan.

Saat terjadi kontraksi ringan, seorang wanita akan mengalami sensasi kram perut bagian bawah karena darah akan dikeluarkan melalui rahim dan serviks sebelum melewati organ reproduksi terluar wanita. Kontraksi ini dipicu oleh hormon prostaglandin yang tinggi sehingga membuat nyeri kram akan semakin terasa.

Nyeri Menstruasi yang biasanya lebih kuat pada hari pertama dan kedua masa menstruasi, lalu akan semakin berkurang sampai hari kelima. Adapun Nyeri Menstruasi yang atau dysmenorrhea dibagi menjadi primer dan sekunder. Pada jenis dysmenorrohea primer disebabkan oleh flutuasi hormonal dan seiring usia akan semakin membaik. Selain itu Obat-obatan pereda nyeri golongan parasetamol atau ibuprofen akan efektif untuk mengatasi nyeri tersebut.

Nyeri Menstruasi sekunder merupakan nyeri haid yang disebabkan oleh kelainan pada sistem reproduksi. Pada kasus ini nyeri haid akan semakin memburuk seiring bertambah usia skala. Adapun penyebab tersering Nyeri Menstruasi sekunder adalah karena endometriosis.

Endometriosis merupakan pertumbuhan jaringan yang mirip dengan dinding rahim (endometrium) di luar rahim. Pertumbuhan ini bisa terjadi di rahim, perut, atau area di luar rahim, misalnya paru. Nyeri karena endometriosis biasanya sudah dirasakan beberapa hari sebelum haid dan berlangsung lebih lama dari siklus menstruasi yang dialami. Rasa sakitnya terkadang tidak tertahankan sehingga mengganggu aktivitas harian. Selain memicu rasa sakit, kondisi ini juga menjadi penyebab wanita sulit hamil.

Dan untuk mengatasi Nyeri Menstruasi sekunder karena  Endometriosis biasanya adalah pemberian obat kontrasepsi hormonal. Pada sebagian orang obat tersebut efektif mengurangi nyeri haid, dan mengembalikan kesuburan wanita.

Ringkasan:
  • Nyeri Menstruasi bisa dirasakan berat, ringan, atau bahkan beberapa wanita hampir tidak merasakan nyeri haid,
  • Nyeri Menstruasi dibagi menjadi primer dan sekunder yang pada sekunder bisa menyebabkan gangguan kesuburan wanita,
  • Nyeri Menstruasi Primer biasanya akan berkurang seiring bertambahnya usia.

Cara Tidur yang Benar agar Sperma Tetap Sehat

Cara tidur seorang pria ternyata juga berpengaruh terhadap kualitas sperma, dan yang paling penting adalah durasi dari tidur seorang pria. Supaya kondisi sperma teteap berkualitas, anda disarankan untuk tidur 7-8 jam, tidak kurang dari 6 jam dan tidak lebih dari 9 jam pada malam hari.

Hal ini diketahui dari penelitian yang menganalisis gaya hidup lebih dari 700 pasangan selama satu tahun. Para ahli menemukan bahwa pria yang tidur kurang dari 6 jam di malam hari memiliki kemungkinan 31% lebih rendah bisa membuahi istrinya dibandingkan seorang pria yang tidur 7-8 jam.

Sedangkankan pria yang tidur lebih dari 9 jam pada malam hari berakibat lebih buruk karena hanya mempunyai kemungkinan berhasil membuahi sel telur 49 persen lebih rendah dibandingkan seorang pria yang tidur 7-8 jam.

Penelitian tersebut menggunakan kehamilan sebagai indikator kesuburan pria, bukan data perhitungan sperma atau kemampuan sperma berenang untuk membuahi sel telur. Sehingga, memang ada keterbatasan apakah durasi tidur berpengaruh langsung terhadap kualitas sel sperma.

Namun memang, kurang tidur bisa mengurangi hormon testosteron yang sangat penting terhadap produksi sperma. Pria yang kurang tidur di malam hari umumnya mempunyai gaya hidup yang buruk, seperti merokok, minum alkohol, ataupun obesitas. Kondisi tersebut akan mempengaruhi kondisi sperma yang dihasilkan.

Apabila anda termasuk orang yang tidurnya tidak teratur atau selalu kurang dari yang direkomendasikan dan anda sedang melakukan program untuk mempunyai momongan, ubahlah pola tidur tersebut paling tidak selama 3 bulan agar kualitas sperma anda kembali berkualitas. Perlu anda ketahui bahwa, Sel sperma matang dalam 72 hari sehingga dibutuhkan waktu lebih kurang 2 bulan untuk meningkatkan kesuburan sebelum melakukan program kehamilan bersama istri anda.

Ringkasan:
  • Cara tidur pria terutama polanya mempengaruhi kualitas sperma sehingga mampu membuahi sel telur,
  • Waktu ideal agar sperma berkualitas adalah 7-8 jam di malam hari,
  • Kurang tidur atau berlebihan dimungkinkan bisa mempengaruhi kemampuan sperma untuk membuahi sel telur.

Gaji Kecil Meningkatkan Risiko Kematian Dini?

Gaji Kecil Meningkatkan Risiko Kematian
Gaji Kecil bagi pekerja ternyata bisa lebih mematikan dibandingkan bagi seseorang memiliki badan gemuk. Bahkan para ahli yang melakukan penelitian memperingatkan, gaji seorang pasien yang rendah harus menjadi salah satu faktor yang dipertimbangkan oleh petugas medis sebagai penyebab penyakit yang berhubungan dengan kematian dini.

Sebuah penelitian menemukan, orang dewasa yang kurang dari segi ekonomi, mengalami penurunan harapan hidup sebanyak 2,1 tahun. Hampir sama dengan orang yang mempunyai kebiasaan jarang bergerak yang bisa mengurangi harapan hidup sebanyak 2,4 tahun. Sedangkan orang dewasa yang mengalami obesitas, harapan hidup  berkurang 0,7 tahun dan 0,5 tahun untuk mereka yang minum terlalu banyak alkohol.

Metode penelitian adalah dengan mengamati lebih dari 1,7 juta orang dewasa dari tujuh negara maju. Merokok ditemukan memiliki dampak kematian dini terbesar, yaitu memotong harapan hidup rata-rata 4,8 tahun.

Peneliti utama Dr Silvia Stringhini, dari Rumah Sakit Lausanne University di Swiss, mengatakan, “Studi ini merupakan yang pertama yang membandingkan dampak kemiskinan dengan ancaman kesehatan lainnya seperti tidak aktif bergerak, merokok, diabetes, tekanan darah tinggi, obesitas dan minum alkohol.”

Penelitian ini menemukan empat dari 10 pria dan lebih dari seperempat wanita dalam kategori sosial ekonomi rendah, 46% lebih kecil kemungkinannya untuk mencapai usia 85 tahun. Menurut sesama peneliti Profesor Paolo Vineis, dari Imperial College London, status sosial ekonomi jarang dijadikan faktor penyebab berkurangnya harapan hidup. Menurunnya harapan hidup bagi seseorang yang mempunyai gaji kecil ini adalah disebabkan karena tingkat stres, dan banyak hal dalam kehidupan.

Ringkasan:
  • Seseorang yang mempunyai gaji kecil mengalami penurunan harapan hidup sebanyak 2,1 tahun,
  • Seseorang yang mempunyai kebiasaan jarang bergerak yang bisa mengurangi harapan hidup sebanyak 2,4 tahun,
  • Merokok memotong harapan hidup seseorang rata-rata 4,8 tahun.

Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil Memicu Bayi Meninggal

Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil
Istri Indra Bekti, Aldilla Jelita beberapa hari yang lalu harus melahirkan anak lelakinya saat usia kehamilan baru berusia lima bulan dua minggu. Hal ini dikarenakan, Dilla menderita infeksi saluran kemih. Dan tidak lama setelah dilahirkan putra ketiga tersebut meninggal dunia.

Ibu hamil memang lebih rentan terserang infeksi saluran kemih, karena tekanan rahim pada sistem kemih saat hamil bisa memicu gangguan aliran alami urin sehingga memicu munculnya infeksi saluran kemih. Adapun menurut Melissa Conrad Stöppler, MD, gejala infeksi saluran kemih pada ibu hamil hampir mirip antara wanita, pria, dan anak-anak.

Gejala infeksi saluran kemih pada ibu hamil adalah nyeri, rasa tidak nyaman, atau perasaan seperti terbakar ketika mencoba buang air kecil, frekuensi buang air kecil meningkat, bagian perut bawah terasa nyeri dan seperti ingin terus kencing. Namun ada juga seseorang yang menderita infeksi saluran kemih tidak merasakan gejala apapun.

Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil yang terlambat terdeteksi dan diobati bisa membahayakan janin, karena dapat meningkatkan risiko infeksi pada janin, yang selanjutnya berisiko menyebabkan bayi lahir dengan berat badan rendah atau bahkan terjadi kelahiran prematur.

Selain itu, Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil juga bisa meningkatkan risiko infeksi ginjal hingga 40 %. Namun, apabila segera diobati, maka risiko ini akan turun hingga mencapai 1% sampai 4%.

Penyebab Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil

Bakteri adalah penyebab paling umum, bakteri mendapat akses ke sistem saluran kemih melalui uretra. Jenis bakteri tertentu, seperti E. coli (Escherichia coli) adalah organisme yang paling umum bertanggung jawab menjadi penyebab infeksi saluran kemih.

Selain itu, organisme Staph (dari kulit) dan bakteri usus lainnya (Proteus, Klebsiella, Enterococcus) juga dapat menyebabkan infeksi saluran kencing. Jarang sekali Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil disebabkan oleh jamur. Namun, jamur Candida bisa menyebabkan infeksi saluran kemih. Hal ini bisa terjadi pada pasien dengan batu ginjal yang tidak diobati dengan infeksi berulang atau pada seseorang yang sistem kekebalan tubuhnya terganggu.

Pengobatan Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil bisa dilakukan dengan penggunaan antibiotik yang tepat. Untuk ibu hamil tentu, Dokter akan memberikan antibiotik yang aman untuk kehamilan. Dan pada umumnya diperlukan waktu satu minggu untuk mengobati infeksi saluran kemih.

Setelah melakukan pengobatan, ibu hamil harus kembali melakukan tes urin untuk mengetahui apakah bakteri sudah benar-benar hilang atau belum. Bagi ibu hamil, sangat penting untuk melakukan tes urin secara berkala untuk memastikan bahwa tak ada lagi bakteri selama kehamilan, terutama apabila sebelumnya pernah mengalami Infeksi Saluran Kemih. Apabila terjadi infeksi saluran kemih berulang, maka ibu hamil harus mengonsumsi antibiotik dosis rendah secara berkala untuk menjaga dan mencegah kembalinya bakteri penyebab Infeksi Saluran Kemih.

Ringkasan:
  • Aldilla Jelita Istri Indra Bekti mengalami kelahiran prematur karena menderita Infeksi Saluran Kemih,
  • Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil lebih sering terjadi karena adanya tekanan rahim pada sistem kemih yang mengganggu aliran alami urin,
  • Infeksi Saluran Kemih pada Ibu Hamil bisa diobati dengan antibiotic dan lebih efektif apabila dilakukan sejak dini.

Mitos Menstruasi dan Fakta yang Harus Diketahui

Mitos Menstruasi yang dipercaya oleh masyarakat, sampai saat ini pun masih banyak. Sebagai contoh, seperti saat menstruasi wanita dianjurkan tidak banyak berkegiatan. Atau, mitos lain seperti darah menstruasi adalah darah kotor sehingga apabila keluar, tubuh menjadi bersih kembali.

Mitos Menstruasi yang berkembang di masyarakat tentu tidak ada bukti ilmiah atau penelitian yang dilakukan oleh para ahli. Bunda sebagai wanita modern, tentu ingin mengetahui mitos mana saja yang tidak perlu dipercaya dan fakta ilmiah di balik mitos-mitos tersebut. Adapun pada artikel ini Tips Kesehatan Keluarga Bunda akan menjelaskan lima mitos seputar menstruasi yang tidak perlu Bunda percaya.

Menstruasi adalah ara tubuh membersihkan dirinya sendiri, merupakan mitos yang masih banyak dipercaya masyarakat. Padahal menstruasi merupakan tanda akhir dari rutinitas bulanan Rahim, di mana lapisan jaringan rahim tumbuh sebagai persiapan akan kehadiran embrio. Apabila tidak ada embrio yang hadir, jaringan ini luruh bersama darah.

Mitos bahwa siklus menstruasi yang berat akan berlangsung sampai menopause, tidak selamanya benar. Karena pada umumnya ada masa-masa ketika periode menstruasi terasa sangat berat. Perut kram dan darah yang keluar sangat deras. Tapi, bukan berarti Bunda harus menanggung hal ini sampai menopause. Siklus menstruasi yang berat bisa menjadi tanda ada sesuatu yang serba pada tubuh Anda. Bunda sebaiknya melakukan konsultasi dengan dokter apabila harus mengganti sembilan kali pembalut dalam sehari saat siklus menstruasi.

Mitos harus mengurangi porsi olahraga atau aktifitas fisik saat haid, tidak benar karena berolahraga tidak akan memengaruhi periode menstruasi, dan menstruasi tidak terlalu memengaruhi kemampuan latihan selain ketidaknyamanan, kecuali Bunda merasakan kram. Penelitian menemukan bahwa olahraga dapat mencegah PMS (premenstrual syndrome).

Mitos tidak boleh berenang di laut saat menstruasi, karena Hiu tertarik pada darah termasuk darah menstruasi. Padahal pada kenyataannya, angka serangan hiu lebih banyak dialami pria dibanding wanita dengan rasio 9: 1. Sampai saat ini, tidak ada penelitian yang membuktikan bahwa wanita yang sedang menstruasi mengalami insiden serangan hiu yang lebih tinggi dibanding orang lainnya.

Ringkasan:
  • Siklus Menstruasi merupakan luruhnya jaringan rahim bersama darah, yang terjadi pada rentang waktu tertentu,
  • Mitos bahwa periode menstruasi yang berat akan berlangsung sampai menopause, tidak selamanya benar,
  • Saat menstruasi, wanita tetap disarankan untuk berolahraga agar terhindar dari PMS.

3 Komplikasi Mematikan Penyakit Diabetes


Bahaya Diabetes Mellitus
Diabetes Mellitus merupakan penyakit di mana tubuh tidak mampu memproduksi insulin (hormon yang mengatur jumlah gula dalam darah) secara cukup. Sehingga bisa menyebabkan gula darah naik, dan banyak masalah di bagian tubuh. Penyakit Diabetes berpotensi menimbulkan komplikasi pada organ-organ penting tubuh.

Adapun tiga komplikasi diabetes yang paling banyak terjadi dan harus diwaspadai, karena bisa menyebabkan kematian, adalah:

Komplikasi liver pasien diabetes, lebih berisiko hingga dua kali lipat dibandingkan yang tidak menderita diabetes. Sebagian besar penderita diabetes memiliki hati berlemak, meski tidak mengalami obesitas. Kondisi ini bahkan sangat umum terjadi pada orang yang ramping, namun mempunyai kadar gula darah tinggi atau menderita resistensi insulin. Bahkan dokter menyarankan untuk melakukan tes darah dan USG untuk memeriksa kesehatan hati mereka setiap tahun.

Komplikasi penyakit jantung dan pembuluh darah juga rentan terjadi pada pasien diabetes. Pasien diabetes cenderung untuk mendapat penyakit jantung atau stroke pada usia lebih awal dibanding orang lain yang tidak menderita diabetes. Serangan jantung pada penderita diabetes lebih berisiko mengakibatkan kematian. Hal ini dikarenakan kadar glukosa darah yang tinggi dari waktu ke waktu dapat menyebabkan penumpukan lemak di bagian dalam dinding pembuluh darah, sehingga menyebabkan penyumbatan dan pengerasan pembuluh darah (aterosklerosis).

Komplikasi pada Ginjal, pasien Diabetes, disebabkan karena apabila adanya pembuluh darah di ginjal yang mengalami luka, dan ginjal tidak dapat membersihkan darah dengan benar. Kondisi ini akan menyebabkan tubuh lebih banyak mempertahankan air dan garam , sehingga menyebabkan kenaikan berat badan dan pembengkakan pergelangan kaki. Diabetes juga dapat menyebabkan kerusakan saraf, sehingga menyebabkan tubuh mengalami kesulitan dalam mengosongkan kandung kemih. Tekanan yang dihasilkan oleh kandung kemih yang penuh akan melukai ginjal.

Apabila urine berada di dalam kandung kemih dalam waktu yang lama, maka akan terjadi infeksi. Bakteri penyebab infeksi akan tumbuh semakin cepat karena darah mengandung gula dalam kadar yang tinggi. Perlu anda ketahui, bahwa sekitar 30 % pasien dengan diabetes tipe-1 (juvenile onset) dan 10-40 persen penderita diabetes tipe-2, akhirnya menderita gagal ginjal.

Ringkasan:
  • Diabetes mellitus adalah penyakit di mana tubuh mengatur jumlah gula dalam darah,
  • Komplikasi yang sering terjadi pada pasien diabetes adalah penyakit Liver, Jantung, dan Ginjal
Support : Profil Saya |
Copyright © 2013 - 2017. Tips Kesehatan Untuk Keluarga - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger